Inilah Empat Tantangan Transformasi Digital di Indonesia

JAKARTA – Proses transformasi digital di Indonesia menghadapi berbagai tantangan. Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail mengatakan sedikitnya ada empat tantangan yang harus dihadapi bersama sama dalam proses transformasi digital tersebut, diantaranya pembangunan infrastruktur, pemanfaatan secara produktif, aplikasi dan konten lokal serta SDM yang kompeten.

Berbicara pada acara Talkshow dalam rangka HUT 4th Sobat Cyber Indonesia (SCI) dengan tema “Peran Transformasi Digital Menuju Indonesia 100 Tahun”, Ismail mengatakan pandemi Covid 19 memberikan tekanan yang lebih kuat terhadap transformasi digital di Indonesia. “Semua orang butuh cepat karena pandemi membuat semua kegiatan berpindah ke ruang digital. Seluruh daerah di tanah air membutuhkan akses internet, sehingga infrastruktur menjadi kebutuhan pokok yang harus segera diakselerasi, ” ujarnya, Jumat, 1/10/2021.

Menurut Ismail, untuk penyediaan infrastruktur ini pemerintah tidak bisa menunggu pihak operator untuk masuk terlebih dulu ke daerah. Pemerintah, lanjutnya, harus turun langsung dengan mengeluarkan budget triliunan rupiah untuk men speed up infrastruktur di daerah. “kita bukan ingin jadi operator seperti telkom atau XL, tapi bagaimana nanti kita bekerjasama dengan operator seluler untuk memanfaatkan infrastruktur tersebut yang diharapkan bisa selesai pada tahun 2022, ” lanjutnya.

Saat ini, sambungnya, pemerintah tengah membangun sedikitnya 83 ribu BTS di seluruh Indonesia dengan kualitas broadband yang bisa digunakan untuk transfer video, akses youtube dengan baik serta dengan harga yang terjangkau. Untuk wilayah di perkotaan, pihaknya tidak terlalu khawatir karena saat ini infrastrukturnya sudah sangat memadahi. “Namun untuk Infrastruktur daerah memang agak berat dan menjadi agenda pemerintah untuk percepatan, ” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut Ismail berpesan agar masyarakat dapat memanfaatkan infrastruktur digital ini secara produktif yang dapat mendorong pada produktifitas masyarakat di seluruh lapisan. “Jangan hanya Tiktok terus, boleh sekali-kali. Tapi kita harapkan dengan infrastruktur ini dapat digunakan oleh siswa untuk belajar. Bagi UKM, bisa dimanfaatkan untuk kegiatan marketplace sehingga bisa worldwide, melakukan transaksi online dan pengiriman secara cepat. Dan bagi pekerja pemerintah bisa meningkatkan pelayanan kepada publik, ” bebernya.