Sekarang Tanda Fisik Kiamat Menurut Penjelasan Alquran dan Sains

Sekarang Tanda Fisik Kiamat Menurut Penjelasan Alquran dan Sains

DALAM enam rukun iman umat Islam dijelaskan pada nomor lima adalah hari akhir atau hari kiamat. Terkait merupakan sebuah ketetapan yang ditentukan Allah Subhanahu wa ta’ala.

Terkait hari penutup ini, beberapa teori sains pun menunjukkan bahwa kiamat akan terjalin dalam beberapa skema peristiwa yg terjadi di alam.

Baca juga: Unik, Nintendo Jadul Ini Diubah Jadi Pelacak Stasiun Luar Angkasa 

Skema tersebut mulai dari asteroid besar yang menabrak Bumi. Akhirnya Bumi bertabrakan dengan planet / matahari yang panasnya terus meningkat.

Berdasarkan buku Tafsir Ilmi dengan tema Kiamat sungguh-sungguh Perspektif Alquran dan Sains dijelaskan bahwa segala peristiwa pasti diawali dengan munculnya tanda-tanda. Sebelum gunung berapi meletus misalnya, di sekeliling kawasan tersebut biasanya terjadi amet dulu hal-hal yang merupakan isyaratnya.

Tanda-tanda itu selayak udara makin panas, dedaunan mengering, hewan-hewan turun gunung, munculnya semburan asap dari kawah, dan sebagainya. Bila peristiwa seperti gunung api meletus itu memiliki tanda-tanda, untuk kiamat yang merupakan peristiwa luas juga demikian.

Tentang tanda fisik kiamat di Bumi, bahasan tentang kerusakan di darat dan laut adalah topik dalam tidak bisa dilewatkan. Secara kasat mata dapat dirasakan bahwa Bumi semakin rusak. Hal ini boleh dilihat dari hutan yang semakin gundul dan mengakibatkan tanah longsor dan banjir.

Lingkungan perkotaan makin tidak nyaman, udara makin kotor dan panas, sampah bertebaran. Selain itu, anomali iklim ekstrem menyebabkan kekeringan panjang, curah hujan besar, serta bencana lain kini makin sering terjadi.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam kitab suci Alquran Surah Ar Rum ayat forty one yang artinya:

“Telah tampak kerusakan di darat daran di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan untuk mereka sebagian dari (akibat) ulah mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). ” (QS Ar Rum: 41)

Baca juga: Studi Baru Ungkap Astronaut Berisiko Terpapar Radiasi Tinggi di Bulan 

Ulama kontemporer memahami makna al-fasad pada ayat tersebut untuk terjadinya kerusakan lingkungan di darat dan laut. Indikasinya, temperatur Bumi naik (global warming), musim kemarau semakin panjang, air laut tercemar sampah, dan unsur kimia berbahaya.